Proyek PLTS di TPA Tamangapa Gagal di 2017

May 05 2017
(0) Comments

Proyek PLTS di TPA Tamangapa Gagal di 2017

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR

Proyek PLTS di TPA Tamangapa Gagal di 2017
Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyampaikan kesiapan Makassar menjadi kota pertama pembangunan PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) saat rapat kordinasi percepatan pembangunan PLTSa di Balaikota, Rabu, (24/08/2016). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) di Makassar gagal.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengatakan proyek yang diinisasi oleh Menko Maritim RI ini masih tahap negosiasi dan belum menemukan kesepakatan antara Pemkot Makassar dan Pemerintah Pusat.

Seperti dibeberkan Danny, baru saja ia menemui pihak Kementrian Perekonomian dan Maritim di Jakarta membahas PLTS yang rencana akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Tamangapa 2017 ini.

Alhasil pertemuan itu berujung tanpa harapan. Belum ada kepastian kapan PLTS di Makassar akan dibangun. Padahal, sebelumnya, Danny berjanji PLTS akan dibangun tahun 2017.

Menurut Danny, gagalnya proyek di tahun ini, disebabkan karena adanya revisi mengenai pengelolaan pembangkit tenaga listrik.

“Saya juga kaget waktu ditanya pihak Kementrian, kalau proyek ini ditunda,” ujar Danny di rujab Wali Kota sebelum berangkat ke Semarang, Rabu (1/3/2017).

Seperti informasi yang diterima Danny dari Kementrian Ekonomi dan Maritim, bahwa PLTS ini baru bisa terealisasi empat tahun mendatang.

Lebih jauh diungkapkan Wali Kota Danny, program Menko Maritim ini menawarkan kepada Pemda di beberapa kota besar di Indonesia untuk memberi kesempatan kepada investor membangun tenaga listrik berbahan sampah di setiap TPA di kota tersebut.

Bentuk kerjasamanya sendiri, yakni bagi hasil atas listrik yang dipasarkan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN).

   Dengan kesempatan ini, Pemkot Makassar punenawarkannya ke sejumlah negara di Eropa seperti Kanada, Denmark, dan Amerika.

Untuk anggaran yang dibutuhkan dalam membangun PLTS ini sebesae Rp 2 triliun.

   Sebelumnya, Asisten Bidang Infrastruktur Pertambangan dan Energi Deputi Kemaritiman Yohanes Yudhi Prabangkara mengatakan dirinya takjub atas pengelolaan sampah di kota Makassar, sehingga pembangunan PLTS menurutnya sudah tepat diadakan di Makassar.

    Ia menjelaskan, sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo, tujuan utama diadakannya PLTS ini hanya untuk mereduksi sampah-sampah yang ada di kota dengan kepadatan penduduknya.

    Sedangkan jika hasil reduksi itu membuahkan hasil, atau tenaga listrik, itu adalah keuntungan untuk warga Makassar dan sekitarnya.

“Jadi kami tegaskan PLTS ini hanya untuk mereduksi, jika bisa menghasilkan tenaga listrik itu adalah bonus. Tapi yakin Makassar akan dapat bonus,” kata Yudhi.(*)